Herbal Untuk Terapi atau Penyembuhan
Herbal Untuk Terapi atau Penyembuhan

Memahami Obat Herbal Lebih Dekat

By On Saturday, April 28th, 2018 Categories : Herbalism

Sudah sejak ribuan tahun yang lalu, obat herbal maupun pengobatan tradisional sudah ada di Indonesia, jauh sebelum obat-obatan modern dikenal masyarakat. Pengobatan tradisional dengan memanfaatkan tumbuhan berkhasiat obat atau herbal kini telah diakui dunia, yang telah memberikan kesadaran untuk kembali ke alam ( back to nature ). Lebih kurang 30.000 sampai 40.000 jenis tumbuhan yang tersebar dari sabang sampai maraoke dan kekayaan lautnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat herbal. Agar peranan herbal ini lebih dapat ditingkatkan, perlu didorong upaya pengenalan, penelitian, pengujian, pengembangan khasiat dan keamanan suatu tumbuhan berkhasiat obat dengan disertakan uji klinis serta ilmu lainnya, sehingga akan menghapus anggapan yang salah.

Untuk mengembangkan dan memajukan penggunaan herbal di indonesia dibutuhkan sumber dana, sumber daya manusia yang handal, sarana dan prasarana untuk menciptakan obat herbal yang bermutu tinggi. Disamping itu peran serta berbagai pihak sangat diperlukan, seperti pemerintah dan masyarakat, serta didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan mengangkat kualitas herbal atau tanaman obat Indonesia.

Herbal Untuk Terapi atau Penyembuhan

Terapi Herbal, sering juga disebut sebagai Herbalisme atau Pengobatan Botanikal, adalah penggunaan herbal untuk mempuan terapeutik atau penyembuhan. Yang disebut herbal adalah : tanaman atau bagian tanaman yang memiliki nilai pengobatan, aromatik, atau rasanya. Tanaman herbal menghasilkan dan mengandung berbagai unsur kimia yang berpengaruh terhadap tubuh.

Pengobatan Herbal adalah bentuk perawatan kesehatan yang paling tua dalam sejarah manusia. Sepanjang sejarah herbal telah digunakan oleh semua kebudayaan, bahkan hingga sekarangpun masih banyak menggunakan herbal sebagai pengobatan. Manusia primitif mengamati dan memahami berbagai tanaman yang disediakan alam untuk mereka, karena tanaman memberi mereka makanan, pakaian, tempat berteduh, dan obat.

Penggunaan tanaman untuk obat berkembang melalui pengamatan terhadap perilaku hewan yang memanfaatkannya, dan berdasar metode coba-coba ( trial and error ). Dengan berjalannya waktu, setiap suku bangs menambahkan daya pengobatanherbal yang tumbu di wilayagh hidup mereka ke dalam khasanah pengetahuan masyarakat setempat. Secara metodik mereka mengumpulkan informasi dan membentuk farmakopia herbal.

Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) memperkirakan, 4 milyar atau sekitar 80% dari penduduk dunia pada saat ini menggunakan pengobatan herbal untuk beberapa aspek dari perawatan kesehatan mereka. Pengobatan herbal merupakan komponen utama dari semua pengobatan tradisional penduduk pribumi di dunia, dan menjadi bagian yang penting pada pengobatan Tradisional China (yang menjadi dasar bagi pengobatan Oriental), pengobatan Ayurveda, dan pengobatan suku asli Indian di Amerika.

Sejarah Penggunaan Herbal

Perkembangan pengobatan dengan memanfaatkan tumbuhan berkhasiat obat telah dicapai seiring dengan perkembangan kedokteran barat yang telah diakui dunia internasional. Penggunaan herbal atau tanaman obat sebagai obat dikatakan sama tuanya dengan umur manusia itu sendiri. Sejak jaman dahulu makanan dan obat-obatan tidak dapat dipisahkan dan banyak tumbuh-tumbuhan dimakan karena khasiatnya yang menyehatkan.

Pada jaman mesir kuno,  dimana para budak diberi ransum bawang setiap hari untuk membantu menghilangkan banyak penyakit demam dan infeksi yang umum terjadi pada masa itu.  Sejak itu Catatan pertama tentang penulisan tanaman obat dan berbagai khasiatnya telah dikumpulkan oleh orang-orang mesir kuni. Dimana saat itu para pendeta Mesir kuno telah melakukan dan  mempraktekkan pengobatan herbal. Dari abad 1500 SM telah dicatat membuat berbagai tanaman obat, termasuk jintan dan kayu manis.

Oran-orang Yunani dan Romawi kuno juga telah melakukan pengobatan herbal. Disaat mereka mengadakan perjaalanan ke berbagai daratan yang baru para dokter mereka menemukan berbagai tanaman obat baru seperti rosemary dan lavender. Hal itupun langsung diperkenalkan pada berbagai daerah baru. Berbagai kebudayaan yang lain yang memiliki sejarah penggunaan pengobatan dengan menggunakan tanaman obat atau herbal adalah orang Cina dan India.

Di Inggris, penggunaan tanaman obat di kembangkan bersamaan dengan didirikannya biara-biara di seluruh negeri, dan memiliki tamanan obat masing-masing yang digunakan untuk merawat para pendeta maupun para penduduk setempat. Pada beberapa daerah, khususnya Wales dan Skotlandia, orang-orang Druid dan para penyembuh Celtik memiliki tradisi lain tentang herbalisme, dimana obat-obat dicampur adukkan dengan agama dan ritual.  Semakin berkembangnya pengetahuan herbal dan seiring dengan terciptanya mesin cetak pada abad ke 15 telah ada pendistribusian yang pertama tentang penulisan ” tanaman-tanaman Obat”.

Sekitar tahun 1630, John Parkinson dari London menulis tanaman obat dari berbagai tanaman yang sangat berguna. Nicholas Culpepper ( 1616-1654 ) dengan karyanya yang paling terkenal yaitu ” The Complete Herbal and English Physician, Enlarged, diterbitkan pada tahun 1649. pada tahun 1812, Henry Potter telah memulai bisinsnya menyediakan berbagai tanaman obat dan berdagang lintah. Disaat itulah banyak sekali pengetahuan tradisional dan cerita rakyat tentang tanaman obat dapat ditemukan mulai dari Inggris, Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika. Sehingga Potter terdorong untuk menulis kembali bukunya ” Potter’s Encyclopaedia of Botanical Drug and Preparatians “, yang sampai saat inipun masih diterbitkan.

Tahun 1864 National Association of Medical Herbalists didirikan, untuk mengorganisir pelatihan para praktisi pengobatan herbal serta mempertahankan standart-standar praktek pengobatan. Hingga awal abad ini banyak institute telah berdiri untuk mempelajari pengobatan herbal. Berkembangnya penampilan obat-obatan herbal yang lebih alami telah menyebabkan tumbuhnya dukungan dan popularitasnya. Obat-obatan herbal dapat dipandang sebagai pendahuluan farmakologi modern, tetapi sekarang obat-obatan herbal ini terus sebagai metode yang efektif dan lebih alami untuk menyembuhkan dan mencegah penyakit.

Secara global, obat-obatan herbal lebih umum dipraktekkan daripada obat-obatan konvensional. Di berbagai daerah pedesaan pengobatan herbal terus tumbuh subur dalam berbagai cerita rakyat, tradisi, dan praktek local. Kemajuan yang sangat pesat sampai saat ini dimana banyak sekali para herbalis mengandalkan pengetahuan mereka tentang obat-obatan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan untuk merawat dan mengobati penyakit.

Sejarah tanaman obat atau herbal di Indonesia berdasarkan fakta sejarah adalah obat asli Indonesia. Catatan sejarah menunjukkan bahwa di wilayah nusantara dari abad ke 5 sampai dengan abab ke 19, tanaman obat merupakan sarana paling utama bagi masyarakat tradisional kita untuk pengobatan penyakit dan pemeliharan kesehatan. Kerajaan di wilayah nusantara seperti Sriwijaya, Mojopahit dan Mataram mencapai beberapa puncak kejayaan dan menyisakan banyak peninggalan yang dikagumi dunia, adalah produk masyarakat tradisional yang mengandalkan pemeliharaan kesehatannya dari tanaman obat.

Banyak jenis tanaman yang digunakan secara tunggal maupun ramuan terbukti sebagai bahan pemelihara kesehatan. Pengetahuan tanaman obat yang ada di wilayah Nusantara bersumber dari pewarisan pengetahuan secara turun-temurun, dan terus-menerus diperkaya dengan pengetahuan dari luar Nusantara, khususnya dari China dan India. Tetapi dengan masuknya pengobatan modern di Indonesia, dengan didirikannya sekolah dokter jawa di Jakarta pada tahun 1904, maka secara bertahap dan sistematis penggunaan tanaman obat sebagai obat telah ditinggalkan. Dan telah menggantungkan diri pada obat kimia modern, penggunaan tanaman obat dianggap kuno, berbahaya dan terbelakang.

Sebagai akibatnya masyarakat pada umumnya tidak mengenal tanaman obat dan penggunaannya sebagai obat. Namun masih ada sebenarnya upaya yang melestarikan dan memanfaatkan tanaman obat dalam dokumentasinya seperti K. Heyne, menulis buku ” Tanaman Berguna Indonesia “,. Dr. Seno Sastroamidjojo, dengan bukunya ” Obat Asli Indonesia “. Dan beberapa upaya mengembangankan pengetahuan tanaman obat Indonesia dan aplikasinya dalam pengobatan. Saat ini obat herbal digunakan di klinik pengobatan Tradisional RS.Dr.,Sutomo Surabaya dan beberapa rumah sakit besar di Jakarta juga sudah menyediakan obat herbal.

Beberapa dekade terakhir ini terdapat kecenderungan secara global untuk kembali ke alam. Kecenderungan untuk kembali ke alam atau ” back to nature “, dalam bidang pengobatan pada herbal ini sangat kuat di Negara-negara maju dan berpengaruh besar di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Lembaga-lembaga pendidikan pelatihan herbalpun kini telah banyak diminati masyarakat. Pentingnya Kepedulian kita akan tanaman obat atau  herbal yang telah sejak jaman dulu kala perlu di lestarikan dan di terapkan seperti negara-negara lain yang  telah menggunakan herbal sebagai obat leluhur.

Herbal sebagai obat alternatif dan aman

Beberapa literatur yang kami dapatkan dikatakan pula bahwa pemakaian bahan herbal sebagai obat sesungguhnya telah mendahului kemunculan manusia di bumi, karena hewan-hewan diketahui mencari dan memakan tumbuhan spesifik saat mereka sakit. Penting pula diketahui bahwa tidak satupun kultur di dunia yang tidak menggunakan bahan herbal sebagai pengobatan dalam catatan sejarah mereka, walaupun catatan sejarah itu hanya tradisi dari mulut ke mulut yang disampaikan kepada generasi selanjutnya.

Dewasa saat ini, pemakaian bahan herbal juga diturunkan dari generasi ke generasi, baik secara lisan maupun melalui buku-buku. Walaupun pemakaian bahan herbal menurun secara dramastis saat perusahaan farmasi raksasa mulai menciptakan obat hebat, dan berkekuatan besar, namun bahan herbal sekarang mulai mengalami kemunculan kembali yang spektakuler dan semakin banyak orang yang mulai mempertanyakan biaya, serta efek samping obat-obat buatan pabrik. Serta kesadaran masyartakat akan tanggung jawab atas perawatan kesehatan dirinya sendiri.

Tidak rahasia lagi bahwa bahan herbal mendapatkan popularitas yang sangat baik. Serta semakin banyak pula dokter yang berpaling pada bahan herbal sebagai terapi di dalam prakteknya. Sehingga semakin banyak orang yang mencari pengobatan alternatif yang aman dan lebih murah. Berdasarkan dari berbagai pengalaman-pengalaman, maka tanaman obat atau herbal sudah diterima sebagai obat alternatif dan bahkan secara resmi dianjurkan untuk digunakan oleh praktisi di dunia kesehatan. Pada pertengahan bulan juli tahun 2000 Menteri Kesehatan mengeluarkan himbauan agar dokter menggunakan Obat Asli Indonesia berupa obat tradisional tanaman obat.

Bahan herbal biasanya dianggap aman dan efektif namun tetap harus diperlakukan dengan berhati hati. Herbal bukan pengganti untuk obat yang diberikan oleh dokter, dan Anda tidak boleh mencoba mendiagnosis atau mengobati penyakit atau kondisi yang Anda derita tanpa menghubungi dokter terlebih dahulu. Jika anda ingin mengambil tanggung jawab terhadap kesehatan Anda sendiri, Anda harus memiliki bekal informasi dan pen getahuan yang Anda perlukan. Jika Anda memutuskan untuk menggunakan bahan herbal sebagai pengobatan, Anda harus mengetahui sifat, komponen, dan kemungkinan efek sampingnya. Lebih bijaksana bila mintalah petunjuk pada dokter Anda atau seorang ahli herbalis sebelum Anda meminumnya.

  • Ketahuilah identitas bahan herbal itu. Atau jika Anda tidak tahu jenisnya jangan menggunakan !
  • Jika Anda telah lanjut usia atau sensitive terhadap obat, mulailah dengan dosis kecil atau dengan mengikuti petunjuk dari ahlinya.
  • Jika Anda mengalami gejala seperti gangguan lambung, mual, atau nyeri kepala setelah menggunakan bahan herbal, hentikan pemakaian untuk mengetahui apakah gejalanya menghilang. Lebih bijaksana bila Anda menghubungi dokter atau pada ahlinya.
  • Pada wanita hamil atau menyusui, dan juga anak kecil, tidak boleh menggunakan bahan herbal dalam dosis pengobatan kecuali mengikuti petunjuk dokter atau ahlinya.

Beberapa Bentuk Ramuan Herbal

  • seduhan

cairan seduhan ini terbuat dari akar, kulit kayu, daun, atau biji yang digiling atau ditumbuk, dengan menuangkan air mendidih pada tanaman obat tersebut dan membiarkannya selama 10-30 menit, mungkin kadang-kadang dengan mengaduk campuran tersebut. Cairan yang dihasilkan disaring dan digunakan. Seduhan dingin bisa dibuat jika prinsip-prinsip aktifnya dihasilkan dari tanaman obat tanpa menggunakan panas atau sebaliknya. Namun sekarang dengan perkembangan ilmu, seduhan kini dapat dikemas dalam kantong teh untuk lebih praktisnya, dan tidak mengurangi khasiatnya.

  • Rebusan

Rebusan ini dipersiapkan  dengan menggunakan kulit kayu dan akar-akarnya yang telah dipotong-potong, atau digiling yang ditempatkan dalam panci stainless steel atau panci enamel ( bukan alumunium ) dengan air dingin yang dituangkan. Campuran ini direbus selama 20-30 menit, didinginkan, dan disaring. Untuk mendapatkan khasiat yang lebih maksimal bila diminum hangat-hangat.

  • Tablet

Tablet ini dibuat dengan memadatkan obat-obatan ke dalam bulatan kecil. tablet lebih mudah diberikan dan memiliki aksi yang lebih cepat karena langsung dapat larut lebih cepet didalam perut.

  • Ekstrak cair

Ekstrak ini merupakan bentuk cairan yang paling kental di mana obat-obatan herbal bisa disimpan dalam persediaan obat dalam rumah tangga. Ekstrak cair merupakan obat yang sangat popular dan praktis.

  • Pil

Obat obatan herbal sekarang banyak yang berupa pil. Biasanya pil terdiri atas ekstrak-ekstrak padat  yang dapat dikombinasikan dengan obat-obatan yang lainnya. Pil tersebut bisa salut dengan gula atau zat lain yang enak rasanya yang mudah larut dalam perut.

 

Memahami Obat Herbal Lebih Dekat | pahompu | 4.5