Jahe - Tanaman Obat Tradisional Mujarab Dan Cara Membudidayakannya

Jahe – Tanaman Obat Tradisional Mujarab Dan Cara Membudidayakannya

Tanaman Obat Mujarab Dan Cara Membudidayakannya – Siapa yang tekenal dengan jenis tanaman toga yang satu ini yang memiliki rasa yang pedas dan aroma yang harum yang khas, dialah jahe yang memiliki cita rasa yang cocok buat minuman, manisan dan untuk bumbu kuliner.

Jahe – Tanaman Obat Tradisional Mujarab Dan Cara Membudidayakannya

Ternyata jahe memiliki kelebihan lain yang cukup berkhasiat bagi obat alami berbagai penyakit yang lain dintaranya demam, batuk, asma, masuk angin, pegal-pegal, rematik, dll. Zingiber officinaleroxb atau ginger, tumbuh berumpun dengan tinggi mencapai satu meter, jahe berbatang semu, tidak bercabang, berbentuk bulat, tegak dan tersusun dari lembaran pelepah daun, batang berwarna hijau, dan pangkal batangnya berwarna kemerahan, bunganya berbentuk tabung, setiap bunga dilindungi oleh daun pelindung, rimpangnya bercabang dan tidak teratur didalam rimpang terdapat senyawa kimia (gingerol, zingeron, shogaol) yang menyebabkan rasa pedas dan hangat setelah meminumnya.

Kulit rimpang berbentuk sisik tersususn melingkar dan berwarna kuning kecoklatan, daging rimpang berwarna kuning dan berserat serta memiliki aroma yang khas. Jahe tumbuh diberbagai wilayah nusantara adapun cara untuk membudidayakannya pililah tunas pemecah rimpang yang sudah tua yang berusia kisaran 9-12 bulan, rimpang yang akan di buat bibit sebaiknya dipotong yang berukuran 35-60 gram serta memiliki 2 mata tunas, pada bekas sayatan tidak mudah busuk lumuri dengan abu gosok dan tunaskan selama 1-3 minggu pada tumpukan jerami padi, sirami setiap hari.

Baca Juga : Manfaat Tawas untuk Kecantikan Kulit

Benih bisa ditunaskan dengan cara ditutup menggunakan tanah yang tipis dan diatasnya diberi jerami, usahan 1 bulan sebelum pembenihan bebaskan lahan dari hama tanaman.

Cara Membudidayakan Tanaman Obat Herbal Toga

Potong rimpang yang sudah bertunas masukkan kedalam lubang tanam yang telah disiapkan dengan mata tunas menghadap keatas, kemudian lubang ditutup dengan tanah, pemupukan dilakukan saat penanaman dengan mengunakan pupuk kandang sebanyak 1kg per lubang tanam, pemupukan dapat diulang lagi pada 1,5-2 bulan berikutnya, penyulaman dilakukan bila ada tunas yang tidak tumbuh dilakukan 2 bln setelah penanaman, adapun pemeliharaan lain yang dapat dilakukan adalah penyiaman hama yang tumbuh pada lahan penanaman, adapun nama hama tanaman yang sering mengangu pada tanaman jahe adalah lalat rimpang biasanya tanaman yang sudah terkena hama ia akan layu dan kering kulit rimpangakan rusak, masa panen jahe ditentukan berdasarkan tujuan dan pemanfaatannya, rimpang yang masih muda biasanya dibuat asinan, sedangkan yang sudah tua digunakan untuk bumbu makanan, minuman, obat-obatan.

Umumnya jahe dipanen pada kisaran usia 8-10 bulan, adapun tanda-tanda tanaman itu sudah layak untuk dipanen dapat dilihat dari warna daun yang mulai mongering dan menunduk ketanah, penanaman jahe dapat dilakukan sepanjang tahun. Berdasarkan bentuk, warna dan ukuran jahe dapat digolongkan menjadi 3 type diantaranya:

  • Jahe putih/jahe kuning besar (jahe badak)
  • Jahe putih kecil (jahe emprit)
  • Jahe merah

Manfaat Tanaman Jahe Sebagai Obat Herbal

Adapun ramuan jahe dapat digunakan sebagai obat herbal yang dapat meredakan penyakit batuk, demam, asma, pegal-pegal, masuk angin, rematik,dll yaitu dengan cara ambil 10 gram jahe kering, kupas kemudian cuci hingga bersih dan memarkan atau keprak (usahakan jangan sampai hancur), beri gula arena tau gula merah secukupnya sesuaidengan selera rebus dengan 6 gelas air hingga sampai menjadi 3 gelas, kemudian saring dan konsumsi dalamkeadaan hangat kuku, usahakan diminum saat 1 jam sebelum makan selama 2 kali sehari (pagi dan sore), konsumsi 1 gelas, lakukan mengkonsumsinya hingga sampai keluhan mereda.

Selamat mencoba semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca semuanya.

 

Jahe – Tanaman Obat Tradisional Mujarab Dan Cara Membudidayakannya | pahompu | 4.5